Sabtu, 11 Januari 2014

Benarkah Ada "Pertalakan" di Pemprov Kepri 


Berita Politik dan berita hukum lagi semangat-semangatnya di Ibu Kota. Entah apa ada dampaknya di daerah.  Mungkin secara politik, tetap ada pengaruhnya, baik politik maupun kepemimpinan di negri ini. Seberapa besar? Hanya survey yang tahu.

Biar tidak larut, bagaimana kita melihat situasi politik di daerah sendiri, ambil contoh Provinsi Kepri, karena saya memang tinggal di Kepri.

Ada yang menjadi pertanyaan besar saya dengan kondisi perpolitikan di Kepri. Ya, sepertinya Gubernur Kepri dan Wakilnya sudah lama tidak duduk berdua dalam satu kegiatan.

Duduk berdua maksudnya, hadir memberikan pengarahan kepada bawahannya, dan itu saya rasakan sejak beberapa bulan terakhir. Maklum, saya selalu mendapat foto kiriman dari humas, kalau ada acara pemerintahan di Kepri ini.

Terbaru, Gubernur Kepri menggelar rapat besar seluruh SKPD nya di Gedung Daerah, Jumat (10/1). Wartawan diundang hadir menyaksikan. Hampir semua kepala dinas, dan badan hadir, cuma satu orang saja yang tidak hadir, yaitu Wakil Gubernur Kepri, Soeryo Respationo. 

Dalam rapat itu, Gubernur Kepri HM Sani duduk ditengah didampingi Sekda Prov Robert dan Bapeda Kepri Nazarudin. (lihat foto)‎

Yang Taralah, eah yang biasanya kalau rapat bersama ini hadir lengkap, mulai gub, wagub dan sekda. ‎
‎‎
Kayaknya, wartawan lupa bertanya tuh. Apakah karena fokus pada kasus gugatan Istono dan Mustofa Widjaja dalam proses pemilihan Ketua BP Batam, atau memang tidak terpikirkan. 

Okelah, kalau begitu. Tapi, saya penasaran saja, dan mencoba diskusi dengan teman, kenapa kondisi ‎ luput dari perhatian. Kenapa?

Isu yang beredar katanya, Wagub Kepri paska ribut-ribut di Tanjunguma tidak lagi berani datang ke Pulau Bintan, alias ke Ibukota Kepri di Tanjungpinang. 

Paska demo di Tj Uma, pak Wagub Sakit, alasannya masuk diakal. Tapi, demo itu 3 bulan yang lalu, dan sekarang udah Januari tahun 2014. ‎ Kok tidak berani datang ke Tanjungpinang. 

Beredar kabar, dan semoga aja tidak benar,  ada sentimen negatif dari kelompok tertentu terhadap Politisi Partai PDI Perjuangan ini. Semoga saja tidak ya.. 

‎Kalau kita ibaratkan keluarga sejahtera, suami istri yang rukun akan membawa ketenangan bagi seisi rumah. Anak-anak bisa mengadukan masalahnya ke bapak atau ibunya. 

Ibu yang berperan memberikan Nasehat serta memantau perkembangan anak-anaknya. Lalu kalau ada masalah rumit, baru dibicarakan ke bapak.

Sedangkan fungsi bapak, selain memberi arahan dan mengevaluasi kondisi keluarga, bisa lebih terarah. Bapakpun, harus bisa mencari nafkah bagi keluarga. Bertemu orang-orang untuk lobi sana-sini. Hasilnya, bisa dirasakan se isi rumah tangga. 

Lalu, jika melihat fakta saat ini di pemerintahan Gubernur Kepri dan Wakilnya, m‎aka saya menilai telah ada keretakan dalam rumah tangga.

Hmm, apa sudah terlontar Talak ke dua kali diantara Mereka ya.. Jadi ‎penasaran. Kok talak yang ke dua, emang udah pernah talak pertama. Kalau dalam hukum pernikahan, talak dua itu pisah ranjang ya?.. 

Semoga saja, tidak cerai ya.  Kalau terjadi, maka proses harta gono gini akan berujung panjang. Proses hukum dan saling mengadukan kejelekan dan keburukan  dipertontonkan.

Merebut jadi hak anak atau hak asuh anak, berbarengan dengan klaim harta. Pertanyaannya, jika kondisi keluarga telah seperti itu, lalu anak-anak masih fokus atau tidak bekerja dan belajar. Akan terjadi dua kubu, yang satu tunduk ke bapak, dan satu lagi sayang ke ibu yang membesarkan.‎

‎Semoga saja analisa dan dugaan saya tidak tepat. Kalaupun terjadi, Anda sebagai masyarakat tidak perlu resah, biarkan saja terjadi. Namanya juga politik.  Apalagi 2015 tahun pemilihan gubernur.

Satu yang penting, pastikan Anda tidak terkena dampaknya, kalau terkena, segeralah bersuara.  Karena, kita masyarakat yang menggaji mereka. Merdeka. (dedy suwadha/11 januari 2014). 

Senin, 06 Januari 2014

Otak-otak "Setengah Jadi"

Bagi Saya, Sabtu adalah waktu Adventure dengan rute menyeberangi laut dari Pulau Bintan ke Pulau Batam. Tepatnya dari pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang ke pelabuhan Telaga Punggur.

Hampir setiap Sabtu itu pula saya selalu mendengarkan suara bernada Bass Berat dari mulut seorang kakek yang belum saya kenal.


" Otak-Otak, Otak-Otaknya Pak, Buk, dek... dan berulang kali ditawarkan ke semua penumpang kapal,"

Gigih kelihatannya bapak yang selalu berbaju kerah putih lengan panjang ini. Ditangan kiri sekantor plastik hitam kurang sedang, dan di tangan kanan sebungkus kecil otak-otak ditawarkan ke calon pembeli.

Sedikit memelas, tapi suara besar bapak berbadan kurus ini terus semangat. Bahkan penawaran dilakukan 2-3 kali ke satu penumpang yang sejak awal menolak.

Bagi orang melayu, Otak-otak dapat dimengerti apa itu. Namun bagi anda yang belum mengetahui, Otak-otak adalah jenis makanan ringan khas Melayu Tanjungpinang. Rasanya pedas manis, yang terbuat dari olahan ikan laut dicampur tepung.

Satu kemasan otak-otak ini bisa dimakan enak dalam kondisi hangat. Artinya, sebelum dijajakan otak-otak dibungkus dengan daun kelapa dan dibakar.

Bauk ikan jelas, enak, itu sesuai selera masing-masing. Tapi, yang nama oleh-oleh baiknya ditawarkan dengan sajian menarik dan higienis.

Jika melihat kinerja bapak ini, semua awak kapal hingga pelabuhan jelas mengenalnya. Dengan mudah dia naik turun kapal yang akan berangkat.

Secara marketing, jelas bapak ini punya pangsa pasar luas, dimana setiap kapal penuh isinya mencapai 200 orang penumpang.

Tapi, apakah bapak ini pernah didekati oleh pemerintah daerah, saya tidak tau, dan belum saya konfirmasi.

Jika seandainya, pemerintah memanfaatkan cara kerja bapak ini, maka memberikan bantuan modal untuk membuat kotak kemasan alangkah baiknya.

Kota bermerk ukuran bisa 50 biji otak-otak, lengkap dengan promosi wisata dan iklan di kotak itu, udah menjadi promosi kota dan wisata secara langsung.

Dan, pandangan saya, usaha seperti ini bisa mengalahkan sistem pemasaran dari makanan kek pisang atau sejenisnya di Batam.

Saran saya, mendingan pedangan seperti ini di modali baju seragam, dan dimodali usaha home industrinya.

Dari pada, menyalurkan modal UMKM ke pihak yang sejauh ini kinerja pemerintah daerah tidak terlihat. Walau dana itu capai belasan Miliar Rupiah di salurkan. Semoga saja tidak salah sasaran. Kalau tidak bisa panjang urusannya.

Oh iya, harga sebungkus otak-otak yang ditawarkan bapak ini Rp30 ribu, isinya bisa 25 buah. Jika dikelola dengan terarah, harga ini bisa saja lebih mahal, biar mahal kalau kemasan sangat bagus, dan menarik, pasti akan ada tertarik. Dari pada dipasarkan setengah jadi. (dedy suwadha/4 Januari 2014)

Jumat, 03 Januari 2014

Bahaya PHK Menjelang Pemilu



Awal tahun yang mengembirakan itu ternyata berlangsung sekejab saja. Sukses buruh menuntut upah minimal naik tinggi pada 2013 kemarin, dan berharap gaji baru di tahun 2014 nanti, akan menjadi hayalan bagi sejumlah masyarakat pekerja/buruh. Bahaya pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantui.

Dipihak pengusaha atau pemodal, Tahun 2014 ini langkah mem-PHK an itu mulai dilaksanakan. Seperti satu lokasi industri galangan kapal yang telah mem-PHK 700 pekerja diakhir tahun 2013.

" Awal Tahun 2013 kemaren ada kontrak belasan kapal. Informasi diawal tahun ini cuma satu kapal dikerjakan, dari rencana 7 kapal. Alasan pemodal menunggu siapa presiden baru nanti," papar seorang pekerja.

Sedangkan, dari industri manufaktur saat ini hanya mempekerjakan karyawan tetap dan untuk karyawan kontrak ditidakan.

" Orderan baru tidak ada lagi, sedangkan barang rakitan kemaren masih banyak dan belum dikirim. Jadi tidak ada lowongan kerja baru," ungkap pekerja pabrikan ke saya.

Dua kutipan dari pekerja di Batam ini mencerminkan kalau tuntutan buruh minta naik gaji di tahun 2014, hingga terjadi ribut-ribut saat demo akhir tahun 2013 lalu, terkesan sebagai langkah politik pengusaha untuk bisa mem-PHK pekerjanya.

Angin sorga bagi pekerja tetap, tapi hawanya sangat neraka bagi pekerja kontrakan.

Ditambah, sikap pengusaha yang akan menunggu siapa presiden dan dari partai apa. Menunggu sampai ada presiden baru inilah yang menentukan ada atau tidak lowongan pekerja.

Jika sektor galangan kapal dan manufaktur telah memberi sinyal PHK, maka daerah yang selama ini menggerakan perekonimian dengan sektor pertambangan juga mengacam perkerjanya.

Hal ini berkaitan dengan mulai diberlakukan UU Minerba. Aturan UU tentang Minerba (Mineral dan Batubara), dimana per 12 Januari 2014, pemerintah melarang segala bentuk ekspor bahan mentah ke luar negeri.

Ramai, pertentangan dari berbagai daerah tentang larangan ini. Ada menyebutkan UU itu tidak mengajak pengusaha dilibatkan dalamnya, hingga ada upaya uji UU. Tentu, positifnya dari larangan ini untuk menjaga sumber daya alam di negeri ini.

Negatifnya, daerah-daerah yang mengantungkan roda perekonomian dengan usaha pertambangan otomatis terkena dampaknya. Terutama daerah yang minim pengembangan industri olahan dan industri produksi.

Kemana para pekerja tambang ini mengadukan nasib, jika sang pengusaha tambang daerah tidak lagi beraktifitas. Ujung-ujungnya ya PHK.

Daerah minim industri harus bergerak cepat mencarikan solusi jika PHK terjadi. Mungkin solusinya, pemerintah daerah dapat berperan, menggerakan dana APBD dalam bentuk proyek pembangunan kota yang dapat menampung banyak pekerja.

Namun, akan celakalah kalau pemerintah daerah membelanjakan dana APBD-nya untuk banyak acara sermonial belaka. Ditambah pula, alokasi belanja pegawai serta gaji pegawai menghabiskan setengah nilai APBD.

Pertanyaanya, apakah saat ini pemerintah pusat dan daerah sudah siap atau tidak, jika memang terjadi PHK besar-besar. Harus dicermati, tingginya angka pengangguran akan mempengaruhui angka kejahatan. 

 Tingginya pengangguran dan kejahatan pada akhirnya akan mempengaruhi sistem demokrasi dan perpolitikan di negeri ini.(dedy suwadha/3 januari 2014).

Triomacan2000 vs Dahlan Iskan



Saya pernah protes dengan akun twitter triomacan2000 ini. Protes saya berkaitan penggunaan foto Bung Hatta sebagai foto profilnya. Protes saya dijawab dengan nada merendahkan pemikiran saya. " Intinya menyatakan saya orang bodoh karena melayangkan protes tersebut."

Saya jawab, sebagai Putra Minang saya tidak setuju kalau Tokoh dan Putra Minang Bung Hatta dijadikan Ikon "Fitnah". Menariknya, sang moderator terus menjatuhkan pikiran saya, dan dri sekian follower triomacan menilai saya juga bodoh, ada juga yang menilai pikiran saya ada benarnya.

Entah apakah ada moderator Trio lain yang sepemikiran dengan saya, akhirnya dari mereka juga menyampaikan tujuan penggunaan Foto Bung Hatta. " Bung Hatta tokoh yang bersih dan patut jadi panutan," tulis moderator akun macan.

Entah ada pengaruh atau tidak, beberapa waktu setelah protes itu, ganti foto profil nya dengan sosok Soekarno.

Mungkin bagi sebagian org, penggunaan foto tokoh biasa, tapi ketika akun ini menjadi pusat perhatian politikus, penegak hukum, dan pemerintah, maka ini perlu dikritik juga.

Bagi mereka yang Diisukan dan dibongkar sejumlah informasi di @triomacam2000 akan menjawab, ini akun adalah akun berbayar. Ada dugaan, data yang disebar merupakan pesanan org tertentu.

Wajar jika ada dugaan tersebut, karena seakurat Apapun data nya, jika dipublikasi tanpa dikonfirmasi ke pihak terkait, tentu akan berbau fitnah.

Bicara fitnah, kini ada info menarik dimana Triomacan menyerang habis-habisan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dengan membuka dugaan korupsi PLN, Pembangkit Listrik, dan dana bencana alam di satu daerah.

Terbaru, pengacara Triomacan pun melaporkan kasus dugaan korupsi ini ke sesneg Dipo Alam. Dilaporkan seperti itu, Dahlan pun menjawab..

Terbaru lagi, Ruhut Sipoltak pun mendukung upaya pengacara triomacan melaporkan ke Dipo Alam.
Terasa bau aroma politik, untuk menjatuhkan Dahlan Iskan. Maklum persaingan konfensi Partai Demokrat, dan Ruhut tentu punya calon juga.

Tapi, celoteh akun Twitter dan followernya yang paling menohok ke Dahlan Iskan adalah, " 5 Miliar Penduduk di Dunia, ada 1 yang serakah.. yaitu DI..

Terlepas dari tulisan ini, persaingan politik di tahun kuda kayu akan terus berganti cepat, dan siapa yang punya informasi maka akan ditakuti.

Jadi, ada punya informasi apa, jika berkenan sile dibagi ya. (dedy suwadha/2 Januari 2014)

Detik-detik Jatuhnya Singgasana Penguasa



Judul diatas jelas dan mungkin akan nyata terjadi. Detik dalam artian waktu yang tidak beberapa lama lagi, penguasa di negeri ini akan jatuh ke tangan masyarakat. Jatuh dalam artian lembutnya, harus turun karena aturan undang-undang mewajibkan pengusaha (presiden) yang telah menjabat dua periode tidak berhak lagi menjabat sebagai presiden untuk ketiga kalinya..



                                                                                                                                                         Undang-undang ini hasil tercipta setelah reformasi 1998 yang digelar oleh  Mahasiswa bersama masyarakat. Bahwa, pada orde Soeharto, selama 32 tahun menjabat sebagai presiden, telah dirasakan kesedihan dan kepedihannya, terutama keadilan dan demokrasi.

Khusus detik kali ini, tepatnya di tahun 2014, jatuhnya penguasa/ presiden, serta dan akan lahir penguasa baru, akan ditentukan masyarakat sendiri.

Pertanyaannya, penguasa seperti apa yang diinginkan? Sudahkan Anda memiliki kriteria calon penguasa yang akan memimpin negeri ini? Jika belum sepertinya masih ada 4-6 bulan ke depan menimbang-nimbang.

4 bulan karena akan ada proses pemilihan calon legislatif diseluruh tingkatan, dan disusul dengan pemilihan calon presiden periode 5 tahun ke depan.

Tentu, akan sangat merugi jika Anda yang memiliki hak suara untuk memilih, menganggap sepele tidak akan ikut memilih, alias golput April 2014

Bagi calon penguasa yang mementingkan kelanggengan kekuasaan serta kesejahteraan keluarganya, tingginya angka GOLPUT akan menguntungkan mereka.

Karena, calon penguasa sejak jauh hari menghamburkan uang kepada masyarakat yang berhasil dibeli dan berjanji akan memilih mereka nanti. Peduli amat, apa dan bagaimana latar belakang calon penguasa itu, yang penting dapat duit..

Dalam pandangan saya, untuk suara golput ini,kebanyak Golput adalah kalangan intelektual muda dan idealis serta kritis. Tapi, melekat juga sifat pemalasnya.

Dengan kemampuan mereka kritis yang tidak menurut terhadap mereka yang dibayar untuk memilih, akan sangat berperan menentukan siapa calon pengusa untuk 5 tahun kedepan.

Jadi, dari sekarang jika masih berpikiran Golput, sadar dan mari berpaartisipasi. Fakta setiap pemilihan, angka Golput rata-rata mencapai 40-45 persen. Jikalau yang Golput ini adalah pemilih cerdas dan pemilih kritis, maka calon penguasa yang rela membayar uang untuk dipilih (oleh pemilih tidak cerdas/kelas bawah) akan bisa dikalahkan..

Mari jadi saksi untuk jatuhnya penguasa lama dan menjadi saksi dan berperan untuk menciptakan penguasa yang baru.. Kenapa pakai kata penguasa.. karena dengan kata ini mereka bisa dijatuhkan.

Kalau pakai kata presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati atau camat, hanya kata-kata jabatan. Jabatan tidak bisa dijatuhkan, tetapi sebuah anugerah kepada mereka yang berbuat baik kepada penguasa.

Siapa Pengusaha di Negeri Ini.. Ya Anda, Saya dan seluruh Masyarakat. (dedy suwadha/1 Januari 2014)